Langsung ke konten utama

Tangguh Balik Cirebon #DiRumahAja 2020

Halo Guys! Ini postingan pertama saya di 2020. Jujur, saya sudah sempat membuat beberapa tulisan dan bahkan ada di draft blog. Yap! Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan, mulai dari banjir hingga corona virus yang menjadi pandemik, bahkan isu ini menjadi perhatian WHO.

Sejak Januari 2020, saya mencoba peruntungan dengan melamar ke berbagai perusahaan-perusahaan. Bahkan sampai akhir bulan Maret 2020 ini pun saya masih menunggu, menunggu, dan menunggu. Pandemik ini sungguh memengaruhi berbagai aspek, yang terasa adalah ekonomi dan operasional perusahaan. Dampaknya? Tentu ke proses rekrutmen. Semoga segera ada titik terang, Aamiin yaa Allah..

Tepat di tanggal 1 Maret 2020, Indonesia pertama kalinya berhadapan dengan kasus COVID-19. Dua orang pasien diisolasi dan dinyatakan positif. Hari demi hari berlalu, gambar berikut adalah perkembangan pandemik ini yang saya lansir dari situs CNN Indonesia:

https://www.cnnindonesia.com

Sungguh menghawatirkan. Saya pribadi masih menetap di kosan saya yang berlokasi di Jakarta Selatan. Bahkan di kelurahan domisili saya pun sudah ada dua orang yang sudah positif COVID-19. Saat ini, saya mencoba untuk social media distancing seperti yang dilakukan oleh Walikota Bogor, Bima Arya. Beliau pun saat ini sudah positif COVID-19. Menurutnya social distancing dan physical distancing tidak cukup, berikut saya mengambil kutipan beliau:

instagram.com

Saya benar-benar setuju dengan perkataan beliau. Bahkan, saat ini saya sedang membekukan akun Instagram saya demi mengurangi rasa paranoid dalam memandang pandemik ini. Sebagai gantinya, saya aktif di Twitter namun tetap menyaring tweets yang saya baca di linimasa. Efeknya? Saya merasa lebih tenang namun tetap waspada dalam menyikapi pandemik ini. Saya yakin, selama kita sudah teredukasi dengan tindakan preventif wabah ini Insha Allah, kita bisa terhindar.

Ingin rasanya pulang ke kampung halaman saya di Cirebon untuk bertemu keluarga dan melepas rindu di tengah-tengah wabah ini. Namun, saya sayang dengan mereka, terutama diri saya sendiri. Apabila saya mengikuti kata hati saya untuk pulang, sama saja saya egois. Dilansir dari Liputan6.com, "hasil pantauan hingga Minggu (22/3/2020) pukul 08.00 WIB, Jakarta Selatan menjadi wilayah paling banyak dinyatakan positif COVID-19 yakni 71 orang". Saya tidak akan pernah tahu selama di perjalanan apakah saya membawa virus ini atau tidak.

Melihat kasus terbaru yang di-update setiap hari, akhirnya saya memutuskan untuk menangguhkan 'mudik' saya ke kampung halaman. Padahal tiket yang saya beli sudah dipesan jauh-jauh hari sebelum merebaknya virus ini. Saya mengabarkan ke orang tua saya bahwa saya belum bisa menemui mereka di kampung halaman. Seperti yang saya bilang tadi, saya sayang keluarga saya, terutama diri saya sendiri. Segera saya claim pembatalan untuk refund tiket kereta saya, dan cukup mudah di KAI Access via ponsel.

kai.id
Insha Allah akan digantikan dengan yang lebih baik...

Bagi teman-teman yang membaca tulisan ini. Saya mohon dengan sangat, saya tahu masa-masa ini memang sulit, apalagi teman-teman saat ini sedang 'kost'. Tapi, saya yakin kita bisa melalui ini semua. Saya juga berpesan, sayangilah keluarga teman-teman di kampung halaman. Saya mengapresiasi teman-teman yang tetap #DiRumahAja ataupun #DiKosanAja. Insha Allah ini semua akan segera berakhir. Aamiin Yaa Allah..




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kilas Balik Seminar PR Engagement Perhumas Bandung (3-10-2018)

Tepat pada pukul 05.30 saya dan Jordan berangkat dari Depok menggunakan bus MGI tujuan Kota Bandung. Selama perjalanan, kami berbincang kira-kira apa saja ilmu yang akan didapat dalam seminar nanti. Tidak terasa, kami turun dari bus beberapa meter dari Gerbang Tol Pasir Koja dan jam sudah menunjukkan sekitar pukul 8.15. Kami bergegas mencari taksi untuk melanjutkan perjalanan ke tempat seminar. Kami tiba di tempat pukul 8.45 dan langsung menuju meja registrasi. Kami merasa beruntung karena seminar belum dimulai padahal seharusnya acara dimulai jam 08.00. Kami masuk ke Amarta Room dan duduk di tempat yang sudah disediakan. Konsep penataan tempat duduk cukup mewah. Terdapat meja bundar yang dikelilingi oleh tempat duduk berlapiskan kain merah marun. Acara dibuka oleh MC dengan memperkenalkan diri dan membacara doa bersama. Setelah itu, semarak penampilan tarian khas Jaipong menambah kehangatan sambutan bagi para peserta seminar. Setelah itu, Ketua Perhumas BPC Bandung Nurlaela Arif ya...

Mari Berkenalan!

Hai, kawan! Beberapa post terdahulu dalam blog ini sudah dihapus karena alasan pribadi. Jadi, akan lebih baik jika saya mulai dari awal lagi. Perkenalkan, saya Fajar namun teman-teman biasa memanggil Jay. Saya lahir di Cirebon tahun 1995, tepat 5 hari sebelum kemerdekaan Indonesia yang ke-50. Saya anak ketiga dari tiga bersaudara. Saat ini, saya sedang melanjutkan program S1 kelas karyawan peminatan komunikasi pemasaran di salah satu universitas di Jakarta angkatan 2017. Selain berkuliah, saya sangat senang menggeluti hobi saya dalam fotografi otodidak, merancang tata letak ruang, desain dan dekorasi interior, serta mengoleksi barang-barang klasik. Berlari dan berenang adalah dua olahraga yang paling saya gemari. Posts dalam blog ini akan menjadi saksi perjalanan saya dalam bercengkrama dengan dunia. Salam kenal!