Tepat pada pukul 05.30 saya dan Jordan berangkat dari Depok menggunakan bus MGI tujuan Kota Bandung. Selama perjalanan, kami berbincang kira-kira apa saja ilmu yang akan didapat dalam seminar nanti. Tidak terasa, kami turun dari bus beberapa meter dari Gerbang Tol Pasir Koja dan jam sudah menunjukkan sekitar pukul 8.15. Kami bergegas mencari taksi untuk melanjutkan perjalanan ke tempat seminar. Kami tiba di tempat pukul 8.45 dan langsung menuju meja registrasi. Kami merasa beruntung karena seminar belum dimulai padahal seharusnya acara dimulai jam 08.00. Kami masuk ke Amarta Room dan duduk di tempat yang sudah disediakan. Konsep penataan tempat duduk cukup mewah. Terdapat meja bundar yang dikelilingi oleh tempat duduk berlapiskan kain merah marun.
Acara dibuka oleh MC dengan memperkenalkan diri dan membacara doa bersama. Setelah itu, semarak penampilan tarian khas Jaipong menambah kehangatan sambutan bagi para peserta seminar. Setelah itu, Ketua Perhumas BPC Bandung Nurlaela Arif yang akrab disapa Lala, memberikan pidato dan presentasi sebagai pemanasan para peserta seminar. Ia menjelaskan diera sekarang, PR sudah harus bisa menjawab pertanyaan ‘Siapa stakeholder kita?’, ‘Apa wants and needs stakeholder kita?’ dan ‘Bagaimana stakeholder mapping yang baik?’. Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, Ibu Lala menyinggung soal tema yang diangkat dalam seminar yaitu ‘Sharing Experiences with Pentahelix Synergy’. Kaitannya dengan tema tersebut, PR Engagement sangat penting untuk mengikat para komunitas dan para pihak yang berhubungan langsung dengan institusi, perusahaan dan lain-lain. Dilanjutkan dengan presentasi Bapak Dewan Penasehat atau Dewan Pakar Prof. Dr. Soleh Soemirat, M.S Fikom Unpad menjelaskan terkait perkembangan humas saat ini.
Permasalahan yang beragam membuat seorang humas perlu merencanakan strategic communication yang baik dan tepat. Seorang humas perlu mengembangkan sebuah perencanaan dengan riset yang dalam demi mendapatkan solusi. Setelah Ibu Lala dan Bapak Soleh menyampaikan pidato dan presentasi, acara selanjutnya adalah forum diskusi. Vice President PT. XL Axiata Ibu Turina Farouk; Ketua ASPIKOM Jawa Barat Bapak Hadi Purnama; Kepala Biro Humas, Protokol dan Umum, R. Ruddy Gandakusumah S. H., M. H.; dan Pemimpin Redaksi Majalah Femina Ibu Petty S. Fatimah hadir sebagai narasumber.
Acara dibuka oleh MC dengan memperkenalkan diri dan membacara doa bersama. Setelah itu, semarak penampilan tarian khas Jaipong menambah kehangatan sambutan bagi para peserta seminar. Setelah itu, Ketua Perhumas BPC Bandung Nurlaela Arif yang akrab disapa Lala, memberikan pidato dan presentasi sebagai pemanasan para peserta seminar. Ia menjelaskan diera sekarang, PR sudah harus bisa menjawab pertanyaan ‘Siapa stakeholder kita?’, ‘Apa wants and needs stakeholder kita?’ dan ‘Bagaimana stakeholder mapping yang baik?’. Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, Ibu Lala menyinggung soal tema yang diangkat dalam seminar yaitu ‘Sharing Experiences with Pentahelix Synergy’. Kaitannya dengan tema tersebut, PR Engagement sangat penting untuk mengikat para komunitas dan para pihak yang berhubungan langsung dengan institusi, perusahaan dan lain-lain. Dilanjutkan dengan presentasi Bapak Dewan Penasehat atau Dewan Pakar Prof. Dr. Soleh Soemirat, M.S Fikom Unpad menjelaskan terkait perkembangan humas saat ini.
Permasalahan yang beragam membuat seorang humas perlu merencanakan strategic communication yang baik dan tepat. Seorang humas perlu mengembangkan sebuah perencanaan dengan riset yang dalam demi mendapatkan solusi. Setelah Ibu Lala dan Bapak Soleh menyampaikan pidato dan presentasi, acara selanjutnya adalah forum diskusi. Vice President PT. XL Axiata Ibu Turina Farouk; Ketua ASPIKOM Jawa Barat Bapak Hadi Purnama; Kepala Biro Humas, Protokol dan Umum, R. Ruddy Gandakusumah S. H., M. H.; dan Pemimpin Redaksi Majalah Femina Ibu Petty S. Fatimah hadir sebagai narasumber.
Secara garis besar, semua narasumber membicarakan sinergi pentahelix. Yaitu peranan bisnis, media, pemerintahan, akademisi dan komunitas dapat bersatu padu terjun kedalam perkembangan komunikasi yang semakin pesat seperti saat ini. Saat ini, media tradisional sudah jauh digantikan dengan media digital. Dari sudut pandang media menjelaskan, meskipun media tradisional sudah mulai sepesat digital saat ini permbaca masih menggunakan media tradisional sebagai referensi yang informasinya lebih mendalam. Forum diskusi berlangsung satu jam dan terdapat enam pertanyaan dari peserta serta langsung dijawab oleh narasumber. Forum diskusi berjalan kondusif dan responsif.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 dan acara telah resmi selesai. Terdapat sesi foto dari pihak panitia dengan narasumber. Saya dan Jordan tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Kami sempat berkenalan dengan narasumber juga. Setelah itu, kami ke luar ruangan untuk mengambil goodie bag dan sertifikat. Lalu, kami bergegas makan siang dan shalat Dzuhur sebelum kembali ke Depok. Kami tiba di Depok sekitar pukul 18.30 dengan menggunakan bus MGI.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 dan acara telah resmi selesai. Terdapat sesi foto dari pihak panitia dengan narasumber. Saya dan Jordan tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Kami sempat berkenalan dengan narasumber juga. Setelah itu, kami ke luar ruangan untuk mengambil goodie bag dan sertifikat. Lalu, kami bergegas makan siang dan shalat Dzuhur sebelum kembali ke Depok. Kami tiba di Depok sekitar pukul 18.30 dengan menggunakan bus MGI.

Komentar
Posting Komentar